Merenungi Absurditas Sisir Tanah

( Dimuat di Jakartabeat, 16 november 2013 http://jakartabeat.net/resensi/band/konten/merenungi-absurditas-sisir-tanah ) Apabila disuruh menyebutkan alasan mengapa saya tak bisa berhenti mendengarkan Sisir Tanah, tak lain adalah ada sesuatu yang menggelitik dari musik kolektif folk asal Yogyakarta ini. Sesuatu yang sederhana, namun subtil dan absurd. Sederhana dengan musik minimalis gitar bolong dan vokal berkarakter kuat Bagus Dwi Danto... Continue Reading →

Seni Untuk Apa?

(Dimuat di majalah Art Effect edisi juni 2013) Seni untuk apa? Sebuah pertanyaan yang barangkali aneh karena dilontarkan oleh akademisi yang kuliah di sebuah perguruan tinggi seni, institusi paling tua di negeri ini pula. Tapi saya rasa pertanyaan ini sah-sah saja kita lontarkan, agar kita tahu “ngapain sih kita kuliah di kampus seni?” agar kita... Continue Reading →

Attitude & Signature ‘Istas Promenade’: Formula Album Baru Answer Sheet

( Dimuat di Jakartabeat, 27 April 2013. http://jakartabeat.net/musik/kanal-musik/album/item/1740-attitude-dan-signature-istas-promenade-formula-album-baru-answer-sheet.html#.UY8mOEraHIU ) Pada umumnya kebanyakan orang menganggap nada dalam musik diatonis hanya ada 7, dari do hingga si. Itu nada mayor yang ceria, kemudian nada tersebut menjadi bertambah banyak saat divariasikan menjadi minor yang lebih menggambarkan suasana sedih. Nada dalam musik lantas semakin banyak jika ditingkahi dengan berbagai... Continue Reading →

Curhat Seorang Mahasiswa Etnomusikologi Yang Baru Saja Patah Hati

Pertama perlu dipahami bahwa tulisan ini bukanlah makalah dengan basis teori rigid yang berangkat dari berbagai teori muluk-muluk. Tulisan ini murni didasarkan pada subyektifitas saya, seorang mahasiswa Etnomusikologi yang baru saja patah hati, dua kali lagi, yang pertama karena putus hubungan dengan seorang perempuan, yang kedua karena makin sadar telah menjadi korban PHP (pemberi harapan... Continue Reading →

Konser Intim Tiga Band ‘Suara Tujuh Nada’ di Yogyakarta

( Dimuat di Jakartabeat, 11 maret 2013. http://jakartabeat.net/musik/kanal-musik/konser/item/1707-konser-intim-tiga-band-suara-tujuh-nada-di-yogyakarta.html#.UUS8sBfIYl8 ) Rumah itu terletak di sebuah gang sempit di kawasan Bugisan, Yogyakarta. Di depannya terbentang pemandangan sawah luas. Rumah itu adalah markas dari Teater Garasi, sebuah tempat yang mewadahi kesenian teater, musik dan lain sebagainya. Dan mendadak pada Kamis malam, 7 Maret 2013 lalu rumah di gang sempit pinggiran... Continue Reading →

Seni Tanpa Batas

Siang itu seperti biasa warung rakyat Mas Poer ramai oleh para mahasiswa ISI Yogyakarta yang lapar dan memutuskan makan di sana karena harganya yang aduhai, murah. Saya adalah salah satu mahasiswa lapar itu. Ketika saya tengah menyantap nasi berlauk sayur bayam dan tempe, tiba-tiba telinga saya tergelitik suatu bunyi, kemudian mata memutuskan menatap ke luar,... Continue Reading →

Membatalkan Keperempuanan: Proyek Lanjutan Feminisme?

Bila disuruh menyebutkan apa kesan pertama yang saya dapat setelah mengikuti 2 rangkaian acara dari Event Membatalkan Keperempuanan, maka kesan itu dapat direpresentasikan oleh kata: Feminisme. Meskipun panitia acara yang saya ajak ngobrol di Twitter menolak bila event yang digelar dalam rangka perayaan hari perempuan internasional ini disebut sebagai feminisme, dan lebih suka bila Membatalkan... Continue Reading →

Dekonstruksi Musik di Jogja Noise Bombing

( Dimuat di Jakartabeat pada hari Rabu 15 Februari 2012. http://jakartabeat.net/musik/kanal-musik/konser/item/1403-dekonstruksi-musik-di-jogja-noise-bombing.html ) Apa yang ada di pikiran anda ketika mendengar kata noise? Biasanya pikiran anda lantas akan menjabarkan noise sebagai sesuatu yang berisik dan terasa mengganggu. Noise adalah frekuensi-frekuensi bunyi yang dianggap terlalu tinggi sehingga tidak nyaman untuk didengarkan telinga manusia biasa. Itulah kenapa seringnya noise dianggap... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑