Kenikmatan Bergoyang

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kawasan wisata air terjun Jumog di Karanganyar Jawa Tengah selalu padat dipenuhi pengunjung saat libur panjang lebaran. Hari ketiga libur hari raya adalah puncak padatnya pengunjung, petugas loket tiket masuk mencatat ada 5000-an pengunjung berwisata ke objek wisata di lereng gunung Lawu itu. Pengunjung domestik maupun internasional sebagian besar tentu bermaksud menikmati... Continue Reading →

Seniman Karbitan

(Dimuat di Indonesia Art News. April 2015) Gadis berusia jelang 20 tahun ini adalah mahasiswi seni grafis, malam itu ia tengah sibuk mencukil hardboard, kemudian mencetaknya ke kertas. Inilah yang dilakukannya setiap malam, mencukil dan mencetak, demi memenuhi syarat tugas dari jurusannya. Setelah menyelesaikan tugasnya ia akan tidur beberapa jam, sampai pagi datang dan ia... Continue Reading →

Penghancuran Peradaban

Penghancuran situs Nimrud di kota kuno Assyria Irak oleh kelompok ISIS mendapat kecaman dunia. UNESCO menyebut aksi tersebut sebagai ‘kejahatan perang’. Aksi ISIS patut dikecam karena dengan alat berat ISIS meratakan Nimrud, sebuah warisan kebudayaan yang dibangun pada abad ke 13. Beberapa waktu sebelumnya ISIS juga menghancurkan peninggalan kuno di kota Mosul Irak dan membakar... Continue Reading →

Panjang Umur Pembangkangan

Saya ingat saat pertama kali ke Kulonprogo beberapa tahun yang lalu, tepatnya ke Karangwuni. Betapa saya kagum dengan semangat pembangkangan (baca: perlawanan) para masyarakat akar rumput kepada penguasa lalim (baca: negara, kerajaan Ngayogyokarto dan korporasi). Mereka adalah para petani yang jengah dan marah pada penguasa yang mencoba merebut hidup sejahtera mereka, menyerobot lahan pertanian di... Continue Reading →

Merenungi Absurditas Sisir Tanah

( Dimuat di Jakartabeat, 16 november 2013 http://jakartabeat.net/resensi/band/konten/merenungi-absurditas-sisir-tanah ) Apabila disuruh menyebutkan alasan mengapa saya tak bisa berhenti mendengarkan Sisir Tanah, tak lain adalah ada sesuatu yang menggelitik dari musik kolektif folk asal Yogyakarta ini. Sesuatu yang sederhana, namun subtil dan absurd. Sederhana dengan musik minimalis gitar bolong dan vokal berkarakter kuat Bagus Dwi Danto... Continue Reading →

Ruang

( Dimuat di ketjilbergerak, 30 oktober 2013. http://www.ketjilbergerak.org/ruang-oleh-aris-setyawan/ )Dari dalamnya dentuman bass menghentak dari dua speaker raksasa, menyuarakan musik keras-keras ibarat konser musik di lapangan kabupaten. Padahal ruang itu hanya berukuran 2 x 3 meter. Pun pendengar musik itu hanya ada 8 orang. 8 orang yang bergantian, kadang berebut 2 microphone yang disediakan untuk memamerkan vokal terbaiknya (atau... Continue Reading →

Surat Untuk Ikun: Mengenai Nasib Petani Di Negeri Ini

Dear Ikun            Apa kabarmu disana bung? Semoga sehat selalu dan tidak terkena godaan PHP yang terkutuk ya. Sudah begitu lama kita tidak berjumpa. Terakhir kali kita bertemu adalah beberapa tahun lalu saat kau masih mengikuti tes masuk kuliah di STAN. Kampus yang kau bilang aneh karena sekolah bukannya bayar malah dibayarin, lulus langsung bekerja. Dan... Continue Reading →

Menjadi Manusia

  Sebut saja namanya Pletho. Remaja berusia kurang lebih 16 tahun ini berkeliaran di jalanan, bersama sekitar 24 orang temannya tinggal dan mencari nafkah di sekitar Jl. Mangkubumi hingga perempatan Tugu Yogyakarta. Julukan untuk mereka cukup eksotis, dalam rangka menaikkan derajat kita sebagai manusia normal, serta memarjinalkan mereka, lantas kita menyebut mereka “anak jalanan.” Anak-anak yang... Continue Reading →

Powered by WordPress.com.

Up ↑