Cerpen: Samen Leven

23 tahun setelah Aku lahir dari rahim Ibuku. Kini Aku adalah lelaki dewasa. Aku sudah bisa berjalan sendiri menantang kejamnya dunia. Aku tak lagi menyusu puting ibu, melainkan menyusu puting seorang perempuan yang dulunya orang lain namun sekarang jadi perempuanku. Aku tak lagi diciumi bibir Ibu yang gemas akan imutnya bayiku, namun Aku kini menciumi … Lanjutkan membaca Cerpen: Samen Leven