Selepas Pendar Nyalang Berbayang

Bayangkan jika tak ada kesepian, manusia akan selalu nyaman dengan dirinya sendiri, dan terdiam di gua nyamannya setiap saat. Kenyamanan itu akan bikin manusia enggan menjalin social bond dengan manusia lain.

Tradisional Itu Juga Keren: SEMAKBELUKAR

Semalam saya hadir ke sebuah festival musik di sebuah pusat seni dan budaya di selatan kampus saya yang berlokasi di Jl. Parang Tritis. Festival tahunan itu mengedepankan konsep eksplorasi musik nusantara. Setiap penampil didaulat mengeskplorasi satu atau lebih unsur musik nusantara dalam aransemen yang mereka bawakan. Baik itu dengan memainkan langsung instrument nusantara, maupun sekedar... Continue Reading →

Ulasan Buku “Radikal Itu Menjual: Budaya Perlawanan Atau Budaya Pemasaran?”

(Dimuat di EYD Magazine edisi September 2013) Apakah anda suka mendengarkan musik indie? Menonton film indie, berbelanja di distro-distro indie, membaca buku terbitan indie? Jika iya, anda adalah bagian dari aktivis budaya-tanding yang berupaya menegasikan budaya mainstream (yang katanya) gencar diproduksi oleh anak haram perekonomian dunia: kapitalisme. Namun, benarkah budaya-tanding adalah musuh utama kapitalisme? Atau jangan-jangan hanya... Continue Reading →

Konser Intim Tiga Band ‘Suara Tujuh Nada’ di Yogyakarta

( Dimuat di Jakartabeat, 11 maret 2013. http://jakartabeat.net/musik/kanal-musik/konser/item/1707-konser-intim-tiga-band-suara-tujuh-nada-di-yogyakarta.html#.UUS8sBfIYl8 ) Rumah itu terletak di sebuah gang sempit di kawasan Bugisan, Yogyakarta. Di depannya terbentang pemandangan sawah luas. Rumah itu adalah markas dari Teater Garasi, sebuah tempat yang mewadahi kesenian teater, musik dan lain sebagainya. Dan mendadak pada Kamis malam, 7 Maret 2013 lalu rumah di gang sempit pinggiran... Continue Reading →

Dekonstruksi Musik di Jogja Noise Bombing

( Dimuat di Jakartabeat pada hari Rabu 15 Februari 2012. http://jakartabeat.net/musik/kanal-musik/konser/item/1403-dekonstruksi-musik-di-jogja-noise-bombing.html ) Apa yang ada di pikiran anda ketika mendengar kata noise? Biasanya pikiran anda lantas akan menjabarkan noise sebagai sesuatu yang berisik dan terasa mengganggu. Noise adalah frekuensi-frekuensi bunyi yang dianggap terlalu tinggi sehingga tidak nyaman untuk didengarkan telinga manusia biasa. Itulah kenapa seringnya noise dianggap... Continue Reading →

Pasar Malam Indie Pop Bertajuk Interconnection #1

Bayangkan sebuah pasar malam, yang penuh dengan berbagai keriuhan dan kegembiraan. Lengkap dengan berbagai prasarana pendukung yang berupaya membuat senang para pengunjung. Ada komidi putar, kerlip lampu-lampu kecil menawarkan keriangan, mesin bundar pembuat permen kapas arummanis yang berputar menghasilkan kabut tipis yang lama-lama mengumpul menjadi segumpal kapas manis yang bisa membuat anda bahagia. Serta berbagai keriangan... Continue Reading →

Pelarangan Punk di Aceh

Penangkapan 65 orang Punker (sebutan untuk mereka penggiat Punk) pada tanggal 10 Desember 2011 di Banda Aceh oleh pihak yang berwajib akhirnya menimbulkan polemik. Ada yang pro dengan penangkapan itu karena menganggap Punk semacam penyakit masyarakat yang harus dibersihkan, banyak juga yang kontra karena menganggap penangkapan punk ini diskriminatif dan mengekang kebebasan berekspresi. Berbagai protes... Continue Reading →

Indie yang Banal

( Dimuat di situs Jakartabeat.net pada tanggal 19 Juni 2011. Link: http://jakartabeat.net/humaniora/kanal-humaniora/esai/608-indie-yang-banal.html ) Pasar dapat diciptakan..” (Efek Rumah Kaca) Banyak orang sudah tahu apa itu indie, yang sering dikaitkan dengan musik. Tetapi apa sebenarnya indie itu? Berakar dari kata “Independent” yang akhirnya menjadi indie, kurang lebih berarti independen alias mandiri. Jadi indie berarti mandiri dalam... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑