Menjadi Manusia

Sebut saja namanya Pletho. Remaja berusia kurang lebih 16 tahun ini berkeliaran di jalanan, bersama sekitar 24 orang temannya tinggal dan mencari nafkah di sekitar Jl. Mangkubumi hingga perempatan Tugu Yogyakarta. Julukan untuk mereka cukup eksotis, dalam rangka menaikkan derajat kita sebagai manusia normal, serta memarjinalkan mereka, lantas kita menyebut mereka “anak jalanan.” Anak-anak yang... Continue Reading →

Facebook Di Mata Kaum Bawah

“…We finally found a way, to consume boredom everyday… …We found expression for our hate, Without any kind of consequence Who needs patience anymore, When all our pleasure's virtual…” (Manic Street Preachers – A Billion Balconies Facing The Sun) "You don't get to 500 million friends without making a few enemies." (The Social Network) Beberapa... Continue Reading →

Facebook Birahi, Minus Esensi: Pemberontakan Anak Muda Labil Terhadap Norma Konservatif.

Beberapa anak muda negeri rupanya salah mengaplikasikan Facebook. Beberapa waktu ini mungkin Kita mulai jengah mendengar berita beberapa anak gadis dilarikan lelaki yg baru dikenalnya lewat Facebook lalu lelaki itu menggagahinya dan memperawaninya (walau kebanyakan selalu beralasan berhubungan intim atas dasar suka sama suka, namun menurut Saya biasanya pihak perempuan yg selalu jd korban iming-iming... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑