Kaki

Ada sebuah gambar kaki terpajang pada dinding ruangan 3x4 m bertembok tebal dan bercat warna kuning keemasan itu. Gambar kaki yang disketsakan pembikinnya pada selembar kertas yang lebarnya tidak lebih besar dari nampan pembawa gelas piring untuk menyuguhkan minuman-makanan ke tamu. Gambar ini digores dengan tinta hitam amorf, sehitam bayangan kelam, namun bukan berarti kisah... Continue Reading →

Cerpen: Bunga Filosofi

Suatu hari Kamu berkata padaku “ceritakan Aku tentang Bunga” maka Aku bercerita dengan segala keterbatasan pengetahuanku. Jadi inilah jawabku: bagaimana jika Kamu saja yang jadi Bunga itu? Karena Kamu cocok diperumpamakan sebagai Bunga. Sebab Bunga menarik banyak mahkluk mendekat padanya, kumbang, lebah, dan lainnya untuk menghisap sarinya. Sementara manusia terpikat keindahan Bunga dan ikut mendekat... Continue Reading →

Cerpen: Samen Leven

23 tahun setelah Aku lahir dari rahim Ibuku. Kini Aku adalah lelaki dewasa. Aku sudah bisa berjalan sendiri menantang kejamnya dunia. Aku tak lagi menyusu puting ibu, melainkan menyusu puting seorang perempuan yang dulunya orang lain namun sekarang jadi perempuanku. Aku tak lagi diciumi bibir Ibu yang gemas akan imutnya bayiku, namun Aku kini menciumi... Continue Reading →

Cerpen: Lebah.

“,...Kenapa Kau terus menunggunya? Bukankah Ia belum tentu menunggumu juga”? “...Aku tahu Ia sedang memikirkanku seperti ketika Sekarang Aku memikirkannya, karena Ia adalah pangeran lebah yang selalu ingat jalan pulang ke sarang, dan Aku lah Sarangnya....” Sebuah percakapan Biasa antara Aku dan Dewi, percakapan yang tak pernah mengalami eskalasi seperti yang kuharapkan. Percakapan yang semenjak... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑