Kaki

Ada sebuah gambar kaki terpajang pada dinding ruangan 3x4 m bertembok tebal dan bercat warna kuning keemasan itu. Gambar kaki yang disketsakan pembikinnya pada selembar kertas yang lebarnya tidak lebih besar dari nampan pembawa gelas piring untuk menyuguhkan minuman-makanan ke tamu. Gambar ini digores dengan tinta hitam amorf, sehitam bayangan kelam, namun bukan berarti kisah … Lanjutkan membaca Kaki

Cerpen: Bunga Filosofi

Suatu hari Kamu berkata padaku “ceritakan Aku tentang Bunga” maka Aku bercerita dengan segala keterbatasan pengetahuanku. Jadi inilah jawabku: bagaimana jika Kamu saja yang jadi Bunga itu? Karena Kamu cocok diperumpamakan sebagai Bunga. Sebab Bunga menarik banyak mahkluk mendekat padanya, kumbang, lebah, dan lainnya untuk menghisap sarinya. Sementara manusia terpikat keindahan Bunga dan ikut mendekat … Lanjutkan membaca Cerpen: Bunga Filosofi

Cerpen: Lebah.

“,...Kenapa Kau terus menunggunya? Bukankah Ia belum tentu menunggumu juga”? “...Aku tahu Ia sedang memikirkanku seperti ketika Sekarang Aku memikirkannya, karena Ia adalah pangeran lebah yang selalu ingat jalan pulang ke sarang, dan Aku lah Sarangnya....” Sebuah percakapan Biasa antara Aku dan Dewi, percakapan yang tak pernah mengalami eskalasi seperti yang kuharapkan. Percakapan yang semenjak … Lanjutkan membaca Cerpen: Lebah.