Mempertanyakan Redefinisi Biennale Jogja

(Versi asli naskah sebelum disunting editor. Versi lebih ramah dan pendek pernah dimuat di Tribun Jogja tanggal 15 November 2015 dengan judul "Biarkan Yang Muda Berkarya") Kritik bertajuk ‘Redefinisi Biennale Jogja’ yang disampaikan oleh seorang professor--yang juga mengaku sebagai salah satu pendiri gerakan Biennale Jogja--membuat saya mengernyitkan dahi. Redefinisi seperti apa yang dimaksud? Beliau menyebut... Continue Reading →

Surat Untuk Sam: Curahan Hati Seorang Male Chauvinist Yang Terusik Oleh Rangka Tulang

(Tulisan untuk karya Founding Mother yang dibuat oleh komunitas Rangka Tulang. Karya Rangka Tulang sendiri dibuat sebagai respon pada karya Indieguerillas/Ketjilbergerak yang berbentuk Galeri Nginjen (Ganjen) yang diletakkan di dalam dome Art Jog 2015. Pameran di dalam pameran ini dikuratori oleh kurator muda berbakat filsafat Sita Magfira) “…hanya pemenang yang kita yakini” Dear Sam Apa kabarmu... Continue Reading →

Seni Untuk Apa?

(Dimuat di majalah Art Effect edisi juni 2013) Seni untuk apa? Sebuah pertanyaan yang barangkali aneh karena dilontarkan oleh akademisi yang kuliah di sebuah perguruan tinggi seni, institusi paling tua di negeri ini pula. Tapi saya rasa pertanyaan ini sah-sah saja kita lontarkan, agar kita tahu “ngapain sih kita kuliah di kampus seni?” agar kita... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑