Bahkan Orang Korea Pun Bisa Berdangdut

Budaya itu fluid, cair. Ibarat air yang harus luwes mengikuti kelokan jalur sungai, budaya harus luwes mengikuti zaman.

Eat

Photos of eating and food on social media will indeed portray us more cool in the presence of global villagers. Being cool is a means of generation 2.0 looking happy. But it is worth pondering, what if the coolness is hypocracy? A kind of our self-esteem to cover up the fact that there are actually still many things about humanity that we miss talking about behind the beauty of the food picture.

On Yuval Noah Harari Trilogy

Short review about the best seller trilogy. Without a doubt, Yuval Noah Harari has become a global celebrity in the book world. And his fame is now increase on the grandeur scale. Hence, I need to review his works. Although this review is so short and, um, shallow.

RUU Permusikan dan Pembungkaman Kreativitas Musisi

Belakangan dunia musik Indonesia sedang digemparkan oleh satu kasus: musikus pop rock mahsyur Ahmad Dhani masuk bui. Pentolan band Dewa 19 dan Republik Cinta Management ini dijerat dengan UU ITE karena terbukti menyebarkan ujaran kebencian di cuitannya di situs microblogging Twitter. Kontroversi langsung merebak: banyak yang menyayangkan masuknya Dhani ke hotel prodeo karena menganggap UU... Continue Reading →

Dangdut Sebagai Media Kampanye Politik

Dangdut adalah salah satu musik yang paling populer dan paling digemari masyarakat Indonesia. Namun, sejak tahun 70-an hingga sekarang dangdut tetap mendapatkan stigma sebagai musiknya rakyat atau musik kalangan menengah ke bawah. Stigma yang melekat ini yang menjadikan dangdut kemudian dimanfaatkan oleh politisi maupun partai politik untuk menjadi media kampanye politik. Dangdut digunakan sebagai alat... Continue Reading →

Merintis Pengarsipan Musik Indonesia

Almanak Musik Indonesia 2005 - 2015. (Foto: Tokopedia) Penyakit laten negeri ini adalah enggan menengok ulang sejarah, terlalu malas mengumpulkan arsip segala hal. Termasuk mengumpulkan segala hal tentang musik. Almanak Musik Indonesia 2005 – 2015 (selanjutnya disebut AMI) adalah sebuah rintisan, berusaha mengobati penyakit laten tersebut dengan cara mengarsipkan musik nusantara. Disusun oleh Kelik M.... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑