Kill Your Idols

Cara terbaik tetap waras dan keluar dari paradoks berubahnya pandangan politik para idola kita ini adalah dengan cara membuat sebuah garis demarkasi, memisahkan antara sang seniman dengan karya seninya.

Dangdut Sebagai Media Kampanye Politik

Dangdut adalah salah satu musik yang paling populer dan paling digemari masyarakat Indonesia. Namun, sejak tahun 70-an hingga sekarang dangdut tetap mendapatkan stigma sebagai musiknya rakyat atau musik kalangan menengah ke bawah. Stigma yang melekat ini yang menjadikan dangdut kemudian dimanfaatkan oleh politisi maupun partai politik untuk menjadi media kampanye politik. Dangdut digunakan sebagai alat... Continue Reading →

Surat Untuk Sam: Curahan Hati Seorang Male Chauvinist Yang Terusik Oleh Rangka Tulang

(Tulisan untuk karya Founding Mother yang dibuat oleh komunitas Rangka Tulang. Karya Rangka Tulang sendiri dibuat sebagai respon pada karya Indieguerillas/Ketjilbergerak yang berbentuk Galeri Nginjen (Ganjen) yang diletakkan di dalam dome Art Jog 2015. Pameran di dalam pameran ini dikuratori oleh kurator muda berbakat filsafat Sita Magfira) “…hanya pemenang yang kita yakini” Dear Sam Apa kabarmu... Continue Reading →

All We Make is Entertainment: Musik Indonesia Sebagai Komoditas

Kajian ini akan dimulai dengan sebuah rasa syukur bahwa sekarang ini musik Indonesia akhirnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Musik Indonesia memasyarakat dan beredar secara luas diseluruh penjuru negeri dan dijadikan prioritas hiburan oleh segenap lapisan masyarakat, bisa dibilang ini adalah pertanda kebangkitan kembali musik Indonesia yang sebelumnya sempat mengalami kelesuan dan kalah oleh... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑