To Win Appreciation, Music Needs Criticism

Let's criticize music and appreciate it better, learn to reason and cultivate feelings from music so that we can live as critical citizens who are keen to keep Indonesia moving in the right direction.

Meneroka Festival Musik di Indonesia di Tahun 2022

Ramainya festival musik yang diselenggarakan di Indonesia adalah bubble yang baru. Begitu banyaknya festival musik yang diadakan EO amatir ini menjadikan festival musik di Indonesia masuk di tahap awal sebuah bubble ekonomi. Jika dibiarkan, jangan heran jika akan ada titik ketika bubble ini meletus, dan banyak pihak yang akan dirugikan. Mulai dari promotor atau EO yang profesional akan ikut terkena imbasnya, para musisi juga tentu dirugikan.

Jalan Sunyi Band Perempuan di Kancah Musik yang Toksik

Kita tidak boleh membiarkan band perempuan di kancah musik Indonesia berkarya di jalan yang sunyi. Kita harus memberi apresiasi lebih pada mereka, memberikan ruang yang sama dan setara untuk mereka, dan membicarakan mereka sebagai bagian dari diskursus dan diskusi musik Indonesia. Kita harus berani membongkar hyper-masculinity dan budaya patriarki yang telanjur bercokol kokoh di semua lini kehidupan, termasuk di kancah musik.

How to Listen to Music in the Contemporary Age

That's the reason I often leave Spotify lately and prefer to listen to a collection of physical releases or FLAC format music on my laptop. The seventy million songs on Spotify is too big a universe for me to explore at all. So, I changed the way I listen to music in this contemporary era. Back to analog format, for the convenience of listening to better music.

Power-Relation in Dangdut: How Dangdut is Used as a Medium for Political Campaigns in Indonesia

This paper aims to comprehend how power relation occurs on dangdut usage as political campaign media. The locus will be hold in Yogyakarta, which focus is laid on dangdut group titled Gilas OBB which once asked by one political party to be on stage along with the party campaign.