Musik dan Politik Otentik

Tentang musik, pemilihan umum (pemilu), dan gagasan politik otentik.

On Yuval Noah Harari Trilogy

Short review about the best seller trilogy. Without a doubt, Yuval Noah Harari has become a global celebrity in the book world. And his fame is now increase on the grandeur scale. Hence, I need to review his works. Although this review is so short and, um, shallow.

The Most Rotten and Obscene Band In The World

The Sex Pistols is an icon. They are marker of the time, and are still being talked about even up to decades later. Behind all the controversy that surrounds it, this British origin provides many lessons for the next generation: how we must behave towards an unfair world.

RUU Permusikan dan Pembungkaman Kreativitas Musisi

Belakangan dunia musik Indonesia sedang digemparkan oleh satu kasus: musikus pop rock mahsyur Ahmad Dhani masuk bui. Pentolan band Dewa 19 dan Republik Cinta Management ini dijerat dengan UU ITE karena terbukti menyebarkan ujaran kebencian di cuitannya di situs microblogging Twitter. Kontroversi langsung merebak: banyak yang menyayangkan masuknya Dhani ke hotel prodeo karena menganggap UU... Continue Reading →

Dangdut Sebagai Media Kampanye Politik

Dangdut adalah salah satu musik yang paling populer dan paling digemari masyarakat Indonesia. Namun, sejak tahun 70-an hingga sekarang dangdut tetap mendapatkan stigma sebagai musiknya rakyat atau musik kalangan menengah ke bawah. Stigma yang melekat ini yang menjadikan dangdut kemudian dimanfaatkan oleh politisi maupun partai politik untuk menjadi media kampanye politik. Dangdut digunakan sebagai alat... Continue Reading →

Memikirkan Ulang Faedah Musik

Ilustrasi: Dwi Sugiyanto Saya memikirkan hal ini sejak lama: apa faedah musik bagi manusia dan kemanusiaan? Apakah musik hanya sekadar hiburan, perkara sekunder yang menyempil sebagai intermezzo di tengah lini kehidupan lain seperti bekerja, makan, tidur, bercinta? Atau, musik adalah perkara primer, bagian yang tak kalah pentingnya bagi kehidupan? Pertama, untuk memahami faedah musik bagi... Continue Reading →

In Vernacular Music We Trust

It is a well-known pattern in the cultural-studies field: the dichotomy between established and vernacular culture. Although the former is always remarkably known when we mention culture, the latter somehow has its own importance to the continuity of culture. Specifically in music, the pattern always has similarity to our historical timeline. For instance, for the... Continue Reading →

Menghayati Keberagaman Musik Melalui Sambung Rasa

(Tulisan pengantar untuk konser jazz "Sambung Rasa" A. Ragipta Utama di IFI-LIP Yogyakarta, Jum'at 15 Januari 2016)   Setali tiga uang dengan pembicaraan mengenai keberagaman dalam agama, rupanya juga bercokol dengan kuat sebuah kanker ganas yang menggerogoti pondasi dan bangunan keberagaman dalam musik: fundamentalisme. Paradigma pemujaan terhadap keyakinan diri sendiri ini berbahaya karena menumbuhkan sikap... Continue Reading →

Makna (Musik) Mana Yang Kita Bela?

Kita sering mendengar tipikal komentar seperti ini: “aduh kok band atau musisi ini memainkan musiknya di konser nggak mirip sama sekali ya dengan versi di album”, atau “sayang sekali si anu menyanyikan lagunya improve begitu, nadanya nggak sama persis dengan yang di versi rekaman.” Di masa sekarang penikmat musik sering menilai pertunjukan atau konser musik... Continue Reading →

Lupakan Spongebob, Lupakan Justin Bieber, Cintai Cublak-Cublak Suweng, Mungkinkah?

( Makalah dengan judul asli "Menangkal Homogenisasi Budaya Melalui Pendidikan Formal Seni (Pertunjukan)" yang disampaikan dalam seminar bertajuk "Peranan Seni Pertunjukan Nusantara Dalam Penguatan Karakter dan Kepribadian Bangsa." pada hari Sabtu, 10 Desember 2011. kerjasama HMJ Etnomusikologi dan HIMA Musik Fakultas Seni Pertunjukan ISI YK. Judul diubah sebagai pencitraan agar kelihatan lebuh unyu dan gaul,... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑