The Most Rotten and Obscene Band In The World

The Sex Pistols is an icon. They are marker of the time, and are still being talked about even up to decades later. Behind all the controversy that surrounds it, this British origin provides many lessons for the next generation: how we must behave towards an unfair world.

Hikayat Haji Noise

Ada satu julukan yang disematkan para karib kepada Martinus Indra Hermawan alias Indra Menus: haji noise. Dalam Islam, haji adalah tingkatan ibadah yang prestisius, menempati posisi terhormat dalam rukun Islam. Mereka yang menyandang gelar haji berarti telah paripurna dengan empat pilar rukun Islam lainnya. Maka, gelar haji noise adalah semacam level tertinggi yang telah dicapai... Continue Reading →

RUU Permusikan dan Pembungkaman Kreativitas Musisi

Belakangan dunia musik Indonesia sedang digemparkan oleh satu kasus: musikus pop rock mahsyur Ahmad Dhani masuk bui. Pentolan band Dewa 19 dan Republik Cinta Management ini dijerat dengan UU ITE karena terbukti menyebarkan ujaran kebencian di cuitannya di situs microblogging Twitter. Kontroversi langsung merebak: banyak yang menyayangkan masuknya Dhani ke hotel prodeo karena menganggap UU... Continue Reading →

Dangdut Sebagai Media Kampanye Politik

Dangdut adalah salah satu musik yang paling populer dan paling digemari masyarakat Indonesia. Namun, sejak tahun 70-an hingga sekarang dangdut tetap mendapatkan stigma sebagai musiknya rakyat atau musik kalangan menengah ke bawah. Stigma yang melekat ini yang menjadikan dangdut kemudian dimanfaatkan oleh politisi maupun partai politik untuk menjadi media kampanye politik. Dangdut digunakan sebagai alat... Continue Reading →

Memikirkan Ulang Faedah Musik

Ilustrasi: Dwi Sugiyanto Saya memikirkan hal ini sejak lama: apa faedah musik bagi manusia dan kemanusiaan? Apakah musik hanya sekadar hiburan, perkara sekunder yang menyempil sebagai intermezzo di tengah lini kehidupan lain seperti bekerja, makan, tidur, bercinta? Atau, musik adalah perkara primer, bagian yang tak kalah pentingnya bagi kehidupan? Pertama, untuk memahami faedah musik bagi... Continue Reading →

Makna (Musik) Mana Yang Kita Bela?

Kita sering mendengar tipikal komentar seperti ini: “aduh kok band atau musisi ini memainkan musiknya di konser nggak mirip sama sekali ya dengan versi di album”, atau “sayang sekali si anu menyanyikan lagunya improve begitu, nadanya nggak sama persis dengan yang di versi rekaman.” Di masa sekarang penikmat musik sering menilai pertunjukan atau konser musik... Continue Reading →

Mempertanyakan Redefinisi Biennale Jogja

(Versi asli naskah sebelum disunting editor. Versi lebih ramah dan pendek pernah dimuat di Tribun Jogja tanggal 15 November 2015 dengan judul "Biarkan Yang Muda Berkarya") Kritik bertajuk ‘Redefinisi Biennale Jogja’ yang disampaikan oleh seorang professor--yang juga mengaku sebagai salah satu pendiri gerakan Biennale Jogja--membuat saya mengernyitkan dahi. Redefinisi seperti apa yang dimaksud? Beliau menyebut... Continue Reading →

Yang Fana Adalah Aku. Ilmu Abadi

Gambar dari http://www.qorisme.com/2015/08/android-aplikasi-dan-game-untuk-melatih.html Duel Otak adalah permainan mutakhir di gawai yang belakangan tengah digandrungi banyak orang. Teman-teman saya di media sosial banyak membagikan tangkapan layar skor atau hasil tanding mereka dengan lawan mainnya. Permainan ini ibarat lomba Cerdas Cermat di jagad daring, dengan berbagai pertanyaan interdisipliner. Namun sebenarnya sama persis dengan Eat Bulaga yang banyak... Continue Reading →

Kenikmatan Bergoyang

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kawasan wisata air terjun Jumog di Karanganyar Jawa Tengah selalu padat dipenuhi pengunjung saat libur panjang lebaran. Hari ketiga libur hari raya adalah puncak padatnya pengunjung, petugas loket tiket masuk mencatat ada 5000-an pengunjung berwisata ke objek wisata di lereng gunung Lawu itu. Pengunjung domestik maupun internasional sebagian besar tentu bermaksud menikmati... Continue Reading →

Surat Untuk Sam: Curahan Hati Seorang Male Chauvinist Yang Terusik Oleh Rangka Tulang

(Tulisan untuk karya Founding Mother yang dibuat oleh komunitas Rangka Tulang. Karya Rangka Tulang sendiri dibuat sebagai respon pada karya Indieguerillas/Ketjilbergerak yang berbentuk Galeri Nginjen (Ganjen) yang diletakkan di dalam dome Art Jog 2015. Pameran di dalam pameran ini dikuratori oleh kurator muda berbakat filsafat Sita Magfira) “…hanya pemenang yang kita yakini” Dear Sam Apa kabarmu... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑