Dangdut Sebagai Media Kampanye Politik

Dangdut adalah salah satu musik yang paling populer dan paling digemari masyarakat Indonesia. Namun, sejak tahun 70-an hingga sekarang dangdut tetap mendapatkan stigma sebagai musiknya rakyat atau musik kalangan menengah ke bawah. Stigma yang melekat ini yang menjadikan dangdut kemudian dimanfaatkan oleh politisi maupun partai politik untuk menjadi media kampanye politik. Dangdut digunakan sebagai alat... Continue Reading →

Makna (Musik) Mana Yang Kita Bela?

Kita sering mendengar tipikal komentar seperti ini: “aduh kok band atau musisi ini memainkan musiknya di konser nggak mirip sama sekali ya dengan versi di album”, atau “sayang sekali si anu menyanyikan lagunya improve begitu, nadanya nggak sama persis dengan yang di versi rekaman.” Di masa sekarang penikmat musik sering menilai pertunjukan atau konser musik... Continue Reading →

Mempertanyakan Redefinisi Biennale Jogja

(Versi asli naskah sebelum disunting editor. Versi lebih ramah dan pendek pernah dimuat di Tribun Jogja tanggal 15 November 2015 dengan judul "Biarkan Yang Muda Berkarya") Kritik bertajuk ‘Redefinisi Biennale Jogja’ yang disampaikan oleh seorang professor--yang juga mengaku sebagai salah satu pendiri gerakan Biennale Jogja--membuat saya mengernyitkan dahi. Redefinisi seperti apa yang dimaksud? Beliau menyebut... Continue Reading →

Yang Fana Adalah Aku. Ilmu Abadi

Gambar dari http://www.qorisme.com/2015/08/android-aplikasi-dan-game-untuk-melatih.html Duel Otak adalah permainan mutakhir di gawai yang belakangan tengah digandrungi banyak orang. Teman-teman saya di media sosial banyak membagikan tangkapan layar skor atau hasil tanding mereka dengan lawan mainnya. Permainan ini ibarat lomba Cerdas Cermat di jagad daring, dengan berbagai pertanyaan interdisipliner. Namun sebenarnya sama persis dengan Eat Bulaga yang banyak... Continue Reading →

Kenikmatan Bergoyang

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kawasan wisata air terjun Jumog di Karanganyar Jawa Tengah selalu padat dipenuhi pengunjung saat libur panjang lebaran. Hari ketiga libur hari raya adalah puncak padatnya pengunjung, petugas loket tiket masuk mencatat ada 5000-an pengunjung berwisata ke objek wisata di lereng gunung Lawu itu. Pengunjung domestik maupun internasional sebagian besar tentu bermaksud menikmati... Continue Reading →

Surat Untuk Sam: Curahan Hati Seorang Male Chauvinist Yang Terusik Oleh Rangka Tulang

(Tulisan untuk karya Founding Mother yang dibuat oleh komunitas Rangka Tulang. Karya Rangka Tulang sendiri dibuat sebagai respon pada karya Indieguerillas/Ketjilbergerak yang berbentuk Galeri Nginjen (Ganjen) yang diletakkan di dalam dome Art Jog 2015. Pameran di dalam pameran ini dikuratori oleh kurator muda berbakat filsafat Sita Magfira) “…hanya pemenang yang kita yakini” Dear Sam Apa kabarmu... Continue Reading →

Powered by WordPress.com.

Up ↑